Tampilkan postingan dengan label coretan tangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label coretan tangan. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Januari 2012

Karya Gaje~


karya gaje
Ini bermula saat sachi mendapat tugas seni rupa ._.v
pak gurunya sahi nyuruh buat suatu lukisan apa ajah, tp berbahan dasar cap~
capnya cap dari bahan-bahan alami..
dan inilah hasil cap dari daun yang sachi pakai -_-
maaf deh kalau aneh, sachi cuma mau banyak-banyakin ngepost ._.v

Minggu, 29 Januari 2012

Tak Terbalas

Aku, bukanlah seorang yang pandai merangkai kata-kata.
Hanyalah seonggok tubuh yang diberi keajaiban jiwa oleh-Nya,
dan hanya bisa memendam rasa itu begitu dalam dan panjang.

Jauh didalam lubang terkecil dalam tubuhku,
Ku menyimpan dan memendam rasa itu dengan hati-hati serta sangat dalam.
Berharap tiada seorangpun yang akan bisa mengusiknya.

Aku yang lemah, terus berlari.
Tanpa arah tujuan, namun tetap berlari.
Menghindar dari kenyataan pahit jikalau perasaan itu diumbar.

Berlari dengan segenap masalah yang terkait dengan namamu.
Sampai suatu saat aku tak kuasa menahan rasa pedih yang kuterima,
Dan tak kuat berlari lagi, Aku terhempas.

Jatuh terjungkal di kerak bumi yang sedang kupijak.
Tak kuasa menahan pedih perih yang dahulu kusimpan rapat-rapat.

Kumuntahkan segala tentangmu.
Kulupakan apa yang membuatku menyimpanmu dalam bagian tubuhku.
Kubakar segala keterkaitan dirimu.
dan berharap semua telah usai..

Kini takkan ada yang membuatku menangis, terjatuh, dan terpuruk semenyedihkan itu.
Kujatuhkan kau kedalam ruang kesengsaraan.
Suatu perasaan yang tak terbalaskan,
Menjadi dendam batin yang sungguh menyiksaku.

Bagai sabit malaikat maut yang menyayat kepingan rapuh itu kapan saja.
Membawamu ke dimensi berbeda dan melenyapkanmu sepenuhnya disana.

Terimakasih telah mengisi jiwa ini harapan,
dan Terimakasih sudah melenyapkan perasaan itu tanpa bekas.

Kau layak disana,
dimensi ruang menyedihkan dalam jiwaku,
yang berkecamuk marah, dendam, dan tersesat.

Siluet Kelabu-ku

Entah mengapa, kumerasa diriku dipenuhi warna kelabu.
Setiap yang kulakukan selalu ditentang, dihina, direndahkan.
Mengucilkanku layaknya sampah.

Aku tahu aku tak sebanding dengan mereka,
yang penuh dengan keberadaan materi dan kemewahan mereka.
Dibanding mereka, aku lebih mirip seekor burung kecil yang terpojok didalam sarang.

Aku diam dan memendam.
Mencerna sepatah demi sepatah yang mereka ucap kepadaku.
Menyelimuti diri dengan balutan kata sabar yang menahan amarahku.

Aku tak mengerti apa salahku.
Tapi mereka terus menghujam kata-kata itu.
Membuatku merasa tak berguna untuk menjalani sebuah kehidupan.

Pernah ku berfikir tuk berjalan sendiri.
Tanpa peduli perkataan mereka tentangku,
Aku terus melangkah.

Melewati segala kehidupanku yang menyedihkan,
Kuberjalan sendiri dengan keberadaanku.
Menghilang dalam sepi, lenyap bagaikan angin.

Senin, 02 Januari 2012

just write

Once upon a day, there was a girl. She was the happiest girl in the world until one day , she lost her family and her only love. He told her, he hated her and she was a bitch. He said he never wanted to see her again. Suddenly, her heart was broken. Her smile turned to tears and her clothes turned to black scars tattooed her wrists. Her makeup was black and ran every day down her face. Now nobody cared about her. All her friends say “she’s changed”. All the people loved her were gone. Now at night, all she does is sit alone and cry. One day they will regret it. Soon… they will pay for her…
 
;